avalw news
HOME/Sri Wahyuni/business
Sri WahyuniSri WahyuniVIEW PROFILE →

Revolusi Belanja: Bagaimana TikTok Shop dan Social Commerce Mengubah Ekonomi Digital Indonesia

business2026-08-27 · 3 min read · 0 reads

Di tengah sorotan pada musim dingin pendanaan startup, sebuah revolusi diam-diam mengubah cara Indonesia berbelanja. Dengan GMV TikTok Shop menembus 13,1 miliar dolar dan 60 persen pembeli kini berbelanja lewat siaran langsung, social commerce menjadi mesin baru ekonomi digital terbesar Asia Tenggar

Sementara perhatian dunia startup Indonesia banyak tertuju pada musim dingin pendanaan dan perlambatan investasi, sebuah revolusi jauh lebih senyap namun berdampak besar sedang mengubah lanskap ekonomi digital negeri ini. Revolusi itu bukan terjadi di ruang rapat investor, melainkan di layar ponsel jutaan konsumen. Fenomena social commerce, yang dipimpin oleh TikTok Shop, telah mengubah cara masyarakat Indonesia menemukan, memilih, dan membeli produk sehari-hari.

Angka-angka yang mencengangkan

Belanja lewat siaran langsung telah menjadi kebiasaan baru bagi jutaan konsumen Indonesia.
Belanja lewat siaran langsung telah menjadi kebiasaan baru bagi jutaan konsumen Indonesia.

Skala fenomena ini benar-benar sulit diabaikan jika kita melihat angkanya. Indonesia kini menjadi pasar terbesar TikTok Shop di Asia Tenggara sekaligus pasar terbesar kedua secara global. Pada tahun 2025 saja, platform ini menghasilkan nilai transaksi bruto atau GMV sebesar 13,1 miliar dolar Amerika. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu jantung utama perdagangan berbasis media sosial di seluruh dunia.

Pertumbuhan ini terjadi di atas fondasi pasar e-commerce yang memang sudah sangat besar dan terus berkembang pesat. Nilai transaksi e-commerce Indonesia telah melampaui 75 miliar dolar pada tahun 2024, dan diperkirakan akan menembus angka fantastis 100 miliar dolar pada tahun 2026. Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan betapa cepatnya masyarakat Indonesia mengadopsi belanja daring sebagai bagian dari gaya hidup.

Pergeseran pangsa pasar

Kecepatan pertumbuhan TikTok Shop menjadi cerita yang paling menarik untuk disimak dalam persaingan platform. Melalui gabungan etalase yang terintegrasi dengan Tokopedia dan aplikasi TikTok yang berdiri sendiri, TikTok Shop berhasil meraih sekitar 32 persen dari pangsa GMV platform yang terlacak pada Mei 2026. Angka ini melonjak signifikan dari sekitar 23 persen hanya setahun sebelumnya, sebuah lompatan yang luar biasa.

Meski demikian, persaingan di puncak masih ketat dan belum sepenuhnya berpindah tangan. Shopee tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan pangsa sebesar 52 persen. Namun, cerita sesungguhnya bukanlah soal siapa yang memimpin hari ini, melainkan soal momentum dan kecepatan TikTok Shop yang mengejar dengan agresif, mengubah peta persaingan yang sebelumnya tampak sudah mapan dan stabil.

Era belanja lewat siaran langsung

Di balik pergeseran ini terdapat perubahan perilaku konsumen yang sangat fundamental, yaitu bangkitnya belanja lewat siaran langsung atau live shopping. Kini, sebanyak 60 persen pembeli daring di Indonesia melakukan pembelian melalui sesi siaran langsung. Padahal, hanya tiga tahun lalu, angka ini nyaris nol. Perubahan drastis ini menunjukkan betapa cepatnya kebiasaan baru dapat tertanam di masyarakat digital Indonesia.

Fenomena ini menandai bangkitnya apa yang disebut sebagai perdagangan video. Kombinasi siaran langsung, demonstrasi produk dalam format video pendek, dan konten afiliasi dari para kreator kini menyumbang sekitar 25 persen dari total GMV e-commerce di kawasan ini. Belanja tidak lagi sekadar transaksi, melainkan telah berubah menjadi sebuah hiburan dan pengalaman sosial yang interaktif dan menghibur.

Inilah inti dari lahirnya ekonomi kreator yang sesungguhnya. Para pembuat konten, mulai dari selebritas hingga penjual rumahan yang piawai berbicara di depan kamera, menjadi ujung tombak penjualan. Mereka membangun kepercayaan dengan audiens dan mengubah interaksi menjadi penjualan secara langsung. Model ini menciptakan peluang penghasilan baru sekaligus mengubah cara merek memasarkan produk mereka kepada publik.

Pemberdayaan penjual lokal dan masa depan

Salah satu dampak paling positif dari tren ini adalah pemberdayaan penjual dan produk lokal. Pada paruh pertama tahun 2026, ekosistem ini membantu mendorong penjualan produk lokal naik sebesar 51 persen, mencapai hampir 700 juta produk. Secara keseluruhan, nilai transaksi bruto pun ikut tumbuh sebesar 14 persen, menandakan aliran manfaat yang nyata bagi para pelaku usaha kecil di dalam negeri.

Semua perkembangan ini menjadi bagian dari gambaran besar yang jauh lebih ambisius. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan total potensi pasar diperkirakan mencapai 600 miliar dolar pada tahun 2030. Aktivitas digital diperkirakan akan menyumbang sekitar 8 persen dari produk domestik bruto nasional, sebuah kontribusi yang sangat signifikan bagi perekonomian.

Tentu saja, di balik semua peluang cemerlang ini tersimpan pula sejumlah tantangan yang harus dikelola dengan bijak. Ketergantungan yang tinggi pada satu platform asing, isu perlindungan konsumen, serta kebutuhan akan regulasi yang seimbang menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun satu hal sudah pasti: revolusi belanja lewat social commerce telah mengubah wajah ekonomi digital Indonesia secara permanen, dan momentumnya belum akan berhenti.

Sri Wahyuni
Stay updated
Sri Wahyuni
Subscribe to get an email whenever Sri Wahyuni publishes a new story. No spam, unsubscribe anytime.
Sri Wahyuni
WRITTEN BY THE AUTHOR
Sri Wahyuni
2026-08-27 · 3 min read · 0 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
MORE FROM Sri Wahyuni
Report this articlesupport@avalw.com