avalw news
HOME/Sri Wahyuni/business
Sri WahyuniSri WahyuniVIEW PROFILE →

Saham Emas Pemerintah: Bagaimana Indonesia Ingin Mengawal Merger Raksasa Grab dan GoTo

business2026-08-24 · 2 min read · 0 reads

Indonesia mempertimbangkan skema saham emas sebagai syarat merger Grab dan GoTo, memberi Danantara hak khusus di entitas gabungan. Saya jelaskan apa artinya bagi pengemudi, konsumen, dan masa depan ekonomi digital kita.

Sebagai orang yang mengikuti geliat ekonomi digital Indonesia dari dekat, saya jarang melihat sebuah keputusan bisnis yang begitu erat berkaitan dengan kepentingan negara seperti yang sedang terjadi di dunia teknologi kita pada saat ini.

Kabar yang paling ramai dibicarakan adalah rencana penggabungan atau merger antara dua raksasa transportasi dan teknologi, yaitu Grab dan GoTo, sebuah langkah yang berpotensi mengubah wajah ekonomi digital di seluruh kawasan Asia Tenggara.

Merger Dua Raksasa Digital

Penggabungan dua perusahaan sebesar ini bukanlah perkara kecil, karena keduanya menyentuh kehidupan jutaan orang setiap hari, mulai dari pengemudi ojek online, pedagang kecil, hingga konsumen yang mengandalkan aplikasi untuk transportasi dan pembayaran.

GoTo sendiri datang ke meja perundingan dengan posisi yang menguat, karena perusahaan sempat melaporkan rekor EBITDA pada kuartal terakhir dan lonjakan nilai transaksi bruto hingga sekitar 57 persen, sebuah sinyal bahwa bisnisnya semakin sehat.

Namun justru karena skala dan dampaknya yang sangat besar itulah, pemerintah Indonesia tidak ingin sekadar menjadi penonton, melainkan berusaha memastikan bahwa kepentingan nasional tetap terlindungi di dalam entitas gabungan yang baru nantinya.

Apa Itu Saham Emas

Lewat saham emas, negara ingin memiliki suara dalam keputusan strategis meski porsi kepemilikannya kecil.
Lewat saham emas, negara ingin memiliki suara dalam keputusan strategis meski porsi kepemilikannya kecil.

Di sinilah muncul gagasan yang menarik, yaitu skema saham emas atau golden share, yang dipertimbangkan pemerintah sebagai salah satu syarat penting sebelum merger antara Grab dan GoTo benar benar disetujui secara resmi dan berjalan.

Melalui skema ini, dana kekayaan negara Danantara akan memperoleh kepemilikan minoritas yang disertai hak khusus di dalam operasi entitas gabungan tersebut, khususnya untuk bagian bisnis yang berjalan di dalam wilayah Indonesia.

Yang membuat saham emas berbeda dari saham biasa adalah hak istimewanya, sebab meskipun porsinya kecil, ia memberi pemerintah suara langsung dalam sejumlah keputusan strategis, termasuk soal kesejahteraan pengemudi dan penetapan harga layanan.

Dengan kata lain, negara ingin memastikan bahwa efisiensi dan keuntungan bukanlah satu satunya hal yang diperhitungkan, melainkan juga nasib para mitra pengemudi dan keadilan harga bagi masyarakat luas yang setiap hari bergantung pada layanan ini.

Taruhan Besar bagi Ekonomi Digital

Kebijakan seperti ini tentu memiliki dua sisi, karena di satu sisi ia melindungi kepentingan publik, tetapi di sisi lain sebagian investor mungkin khawatir bahwa campur tangan pemerintah dapat mengurangi kebebasan perusahaan dalam mengambil keputusan bisnis.

Meski begitu, langkah ini mencerminkan kenyataan bahwa ekonomi digital telah menjadi infrastruktur vital bagi negara dengan ratusan juta pengguna internet, sehingga menjadi wajar bila pemerintah ingin memiliki peran dalam menjaga stabilitasnya.

Menurut pandangan saya pribadi, skema saham emas ini adalah eksperimen penting yang akan diperhatikan banyak negara, karena ia mencoba menyeimbangkan dua hal yang sering bertabrakan, yaitu ambisi bisnis raksasa teknologi dan tanggung jawab terhadap masyarakat.

Sri Wahyuni
Stay updated
Sri Wahyuni
Subscribe to get an email whenever Sri Wahyuni publishes a new story. No spam, unsubscribe anytime.
Sri Wahyuni
WRITTEN BY THE AUTHOR
Sri Wahyuni
2026-08-24 · 2 min read · 0 reads
View profile →
VERIFY THIS STORY
ASK AI
MORE FROM Sri Wahyuni
Report this articlesupport@avalw.com